Ku lihat keluar jendela langit memang sudah gelap, dinginnya udara mlm ini semakin membuat hati ku makin membeku.
Sakit sekali ku rasakan hati ku kini, makin sakit dari rasa sakit yang pernah kurasa sebelumnya.
Aku memendam amarah karena kecewa. Hatiku teriris lagi oleh orang yang sama.
Kenapa sabarku selalu saja tak pernah dia hiraukan???
Dia memintaku untuk terus bersabar dengan segala kesalahan sama yang selalu ia lakukan.
Kau anggap apa aku ini????
Kau lupa kalau aku juga punya hati, aku hanya manusia biasa yang juga punya amarah. Dengan bangganya karena merasa dicintai sebegitunya kau bisa saja mempermainkan hati dan hidup orang lain.
Kau lupa Tuhan mu selalu mengawasi mu.
Kubiarkan kau terus mencabik-cabik hati ini, hanya bisa ku balas dengan kesabaran, berharap suatu saat kau pun merasakan apa yang selama ini aku rasa.
Luka perih hatiku semakin menganga ketika terus kau hujamkan pisau mengiris iris hati ini selalu setiap kali.
Wahai manusia batu, yang tentunya hatimu pun sudah seperti batu, ingatlah disini aku tetap mendo'akan kamu, do'a yang terindah untuk kau wahai manusia berhati batu.
Selasa, 10 Februari 2015
Wahai manusia berhati batu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar