Senin, 01 Desember 2014

Entah



Entah harus senang atau sedih ketika tau kau akan kembali ke tanah air Indonesia dan tidak kembali lagi ke negeri ginseng itu
Harusnya aku bahagia karena kau tak pergi lagi, tetapi entah kenapa rasa ketakutan hinggap di hati dan pikiran ku
Rasa takut akan kehilangan kamu semakin besar semakin mengganggu ketenangan hatiku.
Memang aku tak pernah ingin kamu pergi lagi tapi aku pun tak yakin kau akan tetap tinggal di sisi ku.
Lama sudah aku menutup rapat-rapat hatiku dari cinta baru hanya karena hati, jiwa dan pikiranku hanya memikirkan kamu, kamu yang memberi mimpi indah memberi sejuta cinta lalu pergi berlalu begitu saja.
Kau yang menerbangkan aku ke awan lalu menjatuhkan aku ke dasar jurang, penuh luka lalu kau berlalu dan tertawa bahagia.

Entah apa salah dan dosa ku padamu sehingga kau hancurkan hati ini hingga hanya serpihannya yang tersisa.
Aku bertahan dan coba tetap bertahan walau ku tau kenyataan sudah tak sejalan dengan harapan. Semakin aku menyayangi kamu, semakin sakit kurasa, tapi aku tetap hanya ingin bertahan, entah sampai kapan, mungkin sampai saat aku benar-benar sudah tak mampu bertahan atau disaat nyawa terlepas raga.

Begitu istimewanya kamu dalam hidupku, seperti aliran air ditengah gurun pasir yang tandus. Kamu datang membawa cinta dan pergi meninggalkan luka. Aku hanya mampu terdiam dalam kebisuan menahan sakit, tersenyum dan menangis dalam hati.

Aku harap masih ada sedikit tempat dalam hatimu untuk sedikit saja mengingat kenangan indah saat kita bersama, walaupun tak berakhir bahagia.
Aku berharap kesedihan dan kedukaan ini segera berakhir, aku lelah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar